Edukasi Kebangsaan Perlu Proses Berlanjut

BEKASI.SJN COM.-Sejumlah insiden yang berkaitan dengan pemahaman ideologi yang keliru, akibat dari adanya perang pemikiran yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila masih terjadi. Sebagai salah satu contoh saja, aksi teroris yang terjadi di beberapa daerah.

Menyikapi kondisi tersebut, perlu dilakukan sosialisasi dengan tema utama edukasi Kebangsaan.

Edukasi Kebangsaan ini merupakan tanggung jawab bersama semua pihak dengan sasaran semua elemen masyarakat.

Proses sosialisasi ini, harus kontinu dengan sasaran yang diperluas, ungkap Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bekasi H. Syahrir, SE, M.Ipol, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Syahrir, dalam penjelasannya mengatakan untuk menyukseskan edukasi Kebangsaan kepada masyarakat, di DPRD Jabar salah satunya dengan kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sosialisasi ini, sudah rutin menjadi agenda program anggota DPRD Jabar. Untuk teknisnya, masing-masing anggota DPRD Jabar, menggelar sosialisasi kepada masyarakat.

Bagi masing-masing anggota DPRD Jabar, sosialisasi empat pilar ini dilaksanakan di Dapil masing-masing.

Sosialisasi empat pilar ini, ujar Syahrir dalam pelaksanaanya , masyarakat yang hadir sebagai peserta sosialisasi diharapkan dapat memahami wawasan secara utuh tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Selanjutnya, mereka yang menjadi peserta sosialisasi empat pilar, diharapkan dapat mentransformasikan kembali pemahamannya kepada lingkungan terdekatnya, keluarga maupun masyarakat sekitarnya.

Syahrir, dalam penjelasannya mengatakan sosialisasi empat pilar penting dilakukan sejak usia dini.

Oleh karenanya fungsi penting lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah , jelas perlu dimaksimalkan atas partisipasinya dalam proses sosialisasi empat pilar.

Bagi insan pendidik, edukasi Kebangsaan ini perlu dicari inovasi pembelajarannya sehingga anak usia sekolah tertarik untuk mengikuti pendidikan kebangsaan.

Sosialisasi empat pilar, ujar Syahrir perlu dilakukan sejak usia dini, termasuk di tingkat TK. (AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.