Masyarakat Harus Waspada Terhadap Potensi Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor

BANDUNG.SJN COM.-Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Hj.Neng Madinah Ruhiat mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana banjir angin puting beliung, dan tanah longsor memasuki musim hujan dan pancaroba.Bencana banjir jadi salah satu bencana yang paling umum terjadi ketika musim hujan ujarnya.

Untuk mencegah banjir, Hj.Neng Madinah Ruhiat meminta pemerintah daerah bersama masyarakat membersihkan saluran air dan sungai di sekitarnya. Sumur resapan air perlu disiapkan untuk menampung air hujan.

“Kemudian juga bisa membuat saluran atau biopori. Tanah pohon juga di tempat yang tandus dan sebagainya. Kalau kita lihat data-data yang ada, kita sering banjir karena sudah rusak lingkungannya,” kata Hj. Neng Madinah Ruhiat.

Lebih jauh Hj Neng Madinah Ruhiat merupakan Politisi Perempuan Partai Persatuan Pembangunan asal Dapil Jabar XV (Kabupaten Tasikmalaya-Kota Tasikmalaya) menuturkan Sementara untuk mengantisipasi puting beliung, Pemda dan masyarakat setempat diimbau mulai memangkas dahan-dahan pohon yang rimbun untuk mengurangi risiko pohon tumbang.

Untuk bencana longsor, Pemda didorong mengantisipasi dengan membuat drainase sifon di lereng curam sebagai dinding penahan longsor tandasnya.

Hj,Neng Madinah Ruhiat juga meminta pemerintah daerah memetakan wilayah yang berisiko terkena bencana melalui situs pemetaan wilayah rawan bencana milik BNPB, inaRISK.

Selain itu, Hj.Neng Madinah Ruhiat menyebut pemerintah daerah harus aktif memantau data dari (BMKG), serta melakukan langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan bencana seperti menyusun rencana operasi atau SOP untuk penanggulangan bencana.

“Jika potensi bencana sudah terdeteksi, pemda baiknya langsung mengaktifkan Sistem Komanda dan Posko Provinsi yang tersedia,” pungkasnya. (Adikarya Parlemen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.