Pemerintahan

Uu Ruzhanul Apresiasi Perusahaan yang Turut Bangun Jabar Melalui Dana CSR

BANDUNG.SJN COM.-Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan penghargaan kepada perusahaan yang turut berkontribusi membangun Jabar melalui Forum CSR Jabar di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Rabu (30/12/2020).

Dalam Forum CSR Jabar, perusahaan mendapatkan arahan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar supaya dana tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) tepat sasaran dan sejalan dengan pembangunan.

“Kehadiran swasta, termasuk perusahaan-perusahaan, sangat berarti bagi berjalannya roda pemerintahan,” kata Kang Uu.

Pemda Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul menerapkan konsep Pentahelix dengan menggandeng lima unsur, yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, dalam setiap proses dan kegiatan pembangunan. Keterlibatan lima unsur tersebut dapat membuat proses pembangunan di Jabar berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar tidak hanya bergantung pada tiga sumber anggaran yang meliputi APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, dan APBN, tetapi juga memanfaatakan lima sumber anggaran lain.

Kelima sumber anggaran tersebut meliputi KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha) atau Public Private Partnership, obligasi daerah, dana perbankan, dana umat, dan CSR.

“Kegiatan kali ini semoga menjadi pemicu perusahaan-perusahaan lain, yang dapat penghargaan semakin besar CSR-nya dan semakin hebat usahanya. Penghargaan ini jadi motivasi bahwa CSR disalurkan kepada masyarakat secara transparan dan tepat sasaran,” ucap Kang Uu.

Guna menjamin transparansi, keamanan, dan kepercayaan, Pemda Provinsi Jabar membuka layanan CSR melalui website http://csr.jabarprov.go.id. Dengan website tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan fitur laporan untuk memudahkan dalam penyaluran CSR. Mulai dari percepatan penyampaian laporan, transparansi dan publikasi laporan CSR perusahaan, sampai peningkatan coverage laporan CSR perusahaan.

Selain itu, perusahaan pun dapat memilih klasifikasi program CSR, seperti pendidikan dan kesehatan. Daftar klasifikasi itu berasal dari usulan perangkat daerah maupun pemerintah kabupaten/kota.

Kang Uu pun mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Jabar yang turut membangun Jabar melalui dana CSR. Ada lima perusahaan sebagai penyalur dana CSR terbesar di Jabar pada 2020, yakni PT South Pacific Viscose, PT Nestle Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Cirebon, Perum Perhutani Divisi Regional Jabar dan Banten, serta PT Jababeka Tbk.

Adapun alokasi dan realisasi dana CSR di Jabar pada 2020 per 29 Desember 2020 sebesar Rp35,37 miliar. Sementara rekapitulasi realisasi kegiatan CSR Jabar pada 2020, yaitu kegiatan sosial (23,4 persen), penanganan COVID-19 (44,5 persen), infrastruktur dan sanitasi lingkungan (5,3 persen), pendidikan (10,9 persen), lingkungan (4,9 persen), kesehatan (3,2 persen), sarana dan prasarana keagamaan (4,5 persen).

“Mudah-mudahan ini semua membawa kebaikan khususnya menuju Jabar Juara Lahir Batin,” ucap Kang Uu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja melaporkan, jumlah mitra di Jabar mencapai 235 perusahaan. Riciannya, sembilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), 49 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan 177 perusahaan swasta.

“Potensi CSR Jabar, terdapat 2.543 perusahaan berbentuk PT yang tersebar di Jawa Barat,” katanya.(red)