Pemerintahan

Dekranasda Jabar di 2020: Fokus Angkat Daya Saing dan Daya Jual Produk Lokal di Masa Pandemi

BANDUNG.SJN COM.-Pandemi global COVID-19 berdampak terhadap segala sendi kehidupan, dari pemerintah Amerika Serikat hingga Indonesia, pariwisata hingga ekonomi, pelajar hingga ibu-ibu, juga dari perusahaan hingga UKM, termasuk para pengrajin di Jawa Barat.

Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) berupaya mendorong pertumbuhan serta meningkatkan daya jual pengrajin lokal agar bertahan di tengah pandemi dan berkembang di masa pemulihan ekonomi.

Ketua Dekranasda Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya fokus meningkatkan daya saing dan daya jual produk para pengrajin di Jabar dengan mendorong inovasi, digitalisasi, dan kreativitas produk.

“Yang paling penting di masa pandemi COVID-19 adalah melakukan kreativitas dan inovasi terkait dengan produk-produk yang saat ini dibutuhkan dan bisa diterima oleh masyarakat,” ucap Atalia di Kota Bandung.

“Kreativitas ini bisa mengantarkan pengrajin bertahan dan menjadi solusi di tengah masyarakat, termasuk saat pandemi,” tambahnya.

Di masa pandemi, kegiatan rutin Dekranasda Jabar mulai dari seminar, workshop, fashion show, pameran, hingga talk show pun disesuaikan menjadi web seminar (webinar) maupun workshop pembuatan face shield hingga agenda lain yang digelar dengan protokol kesehatan COVID-19.

Pada 24 Juni 2020, Dekranasda Jabar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menggelar “Workshop Pembuatan Face Shield” di Gedung Dekranasda Jabar, Jl. Ir. H. Juanda No. 19 Kota Bandung, yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pelatihan tersebut, lanjut Atalia, dipilih karena face shield merupakan salah satu produk yang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah pandemi untuk mencegah penyebaran atau penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Selain masker sebagai suatu kebutuhan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru, face shield juga masih banyak digunakan warga yang ingin meningkatkan proteksi terhadap penularan COVID-19,” ujar Atalia.

Selain di Kota Bandung, Workshop Pembuatan Face Shield juga dilakukan di Kota Cimahi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung. Meski hanya berlangsung di empat daerah, tetapi pelatihan itu juga menjaring peserta asal Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

Atalia pun berharap pelatihan tersebut bisa memberikan motivasi kepada para pengrajin di Jabar untuk terus berkarya dan produktif di tengah pandemi COVID-19.

“Karena inovasi itu bisa muncul atau kita lakukan dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan,” tutur Atalia.

“Jadi untuk pengrajin Jabar di mana pun berada, tetap semangat menghasilkan karya-karya terbaik disesuaikan dengan kebutuhan di masa itu, termasuk kali ini di tengah pandemi COVID-19” ujarnya.

Selain menggelar pelatihan, Dekranasda Jabar juga mendorong daya saing kreasi lokal lewat pameran virtual “Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ)” kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar pada 11-15 Agustus 2020 yang diikuti 60 pengrajin pilihan se-Jabar.

“Pameran produk terpilih ini sekaligus mendukung peningkatan ekspor ekonomi kreatif Jabar. Apalagi Jabar memiliki banyak potensi kreatif, mulai dari alam hingga kriya, yang bisa menyokong pemulihan ekonomi pascapandemi,” kata Atalia.

Adapun secara tahunan, ekonomi Jabar pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan yaitu minus 4,08 persen. Namun, terhadap triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jabar triwulan III-2020 meningkat sebesar 3,37 persen (q-to-q).

“Sejak awal pandemi pun, kami terus mendorong pengrajin untuk berkreasi, berinovasi, agar bertahan dan bisa merasakan optimisme perekonomian pascapandemi COVID-19,” ucap Atalia.

Dekranasda Jabar pun getol mengingatkan pengrajin binaan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pelatihan e-commerce. Atalia berujar, pengrajin akan semakin tangguh jika bisa melakukan pemasaran secara online.

“Apalagi karena pandemi, banyak masyarakat yang semakin melek teknologi karena semua dilakukan dari rumah, dulu offline sekarang serba online, termasuk belanja.” kata Atalia.

Sementara medio November hingga awal Desember 2020, Dekranasda Jabar menggelar “Workshop Fotografi Produk” di 14 daerah yakni Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, Garut, Bogor, Ciamis, Cirebon, Tasikmalaya, Subang, serta Kota Cimahi, Bogor, Tasikmalaya, Banjar, dan Cirebon.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menyajikan foto produk yang menarik sehingga bisa meningkatkan daya saing dan daya jual di marketplace maupun media sosial.

“Materi dalam workshop tersebut antara lain teori dasar fotografi, praktik teknik fotografi produk, hingga media digital promotion,” ucap Atalia.

Di Kabupaten Subang, Workshop Fotografi Produk diberikan kepada warga Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, di Balai Desa Patimban pada 7 November 2020. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya pengembangan warga sekitar terkait pembangunan Pelabuhan Patimban –yang diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar dan tercanggih di Indonesia.

Dalam agenda teranyar, Dekranasda Jabar juga mendorong daya saing dan daya jual produk lokal dengan menggelar Lomba Produksi Face Shield dengan total hadiah Rp10 juta. Penjurian dilakukan pada 10 Desember 2020 dengan menghadirkan akademisi di bidang terkait.

Lewat kegiatan-kegiatan Dekranasda Jabar di masa pandemi maupun sebelum pandemi COVID-19, Atalia berharap para pengrajin se-Jabar mampu berkreasi secara inovatif sehingga bisa bersaing dan optimistis menatap perekonomian pascapandemi.

“Kunci sukses usaha adalah rasa percaya diri, memperluas jaringan pasar, kreatif, inovatif, terbuka untuk informasi, berpikir positif, telaten, dan sabar. Mari bersama-sama memajukan usaha anak bangsa,” kata Atalia.

“Tetap produktif, tetap semangat di masa pandemi, mari buktikan bahwa kita punya kemampuan untuk terus melanjutkan peradaban walau terkendala karena pandemi,” tutup sosok “Pejuang Perempuan di Masa Pandemi COVID-19” versi KNPI Jabar ini. (red)