Ragam

Hidwandi Iding Kesabaran dan keikhlasan jalani kehidupan

CIREBON.SJN COM.-Ada sebuah pepatah Tiongkok 除了努力,您还必须有耐心并真诚地过自己的生活,这才是成功的秘诀
Chúle nǔlì, nín hái bìxū yǒu nàixīn bìng zhēnchéng deguò zìjǐ de shēnghuó, zhè cái shì chénggōng de mìjué artinya selain kerja keras, harus dapat sabar dan ikhlas jalani kehidupan, itulah kunci untuk meraih ke suksessan.

Hidwandi lahir di Kuningan, 22 November 1960, sejak lulus SD sudah hidup mandiri jadi anak angkat Kwee San Nio dan Oey Beng Hwat, adik dari neneknya. Hidwandi cucu keponakan Kwee San Nio, dan oleh Kwee San Nio diangkat anak. Oleh sebab itu Hidwandi memanggil ibu kepada Kwee San Nio, karena Kwee San Nio ibu angkatnya. Hidwandi dibiayai sekolahnya oleh Kwee San Nio sejak SMP hingga lulus SMA di Cirebon. Hidwandi pulang sekolah jam 2 siang sampai jam 6 sore, membantu Kwee San Nio jualan jamu Ny Idep di Pasar Pagi Cirebon. Kwee San Nio adalah adik dari Anti Neneknya Hidwandi. Nenek buyut Hidwandi namanya Arniti.

Hidwandi seorang yang kerja keras dan sabar ikhlas jalani kehidupan. Hidwandi anak pertama dari 5 orang bersaudara. Hidwandi anak dari Kaswa dan Puri. Orang Tua Hidwandi Pedagang Gula yang sukses di Pagundan Kuningan. Puri ibunya Hidwandi adalah keponakannya Kwee San Nio. Karena Anti ibu Kandungnya Puri adalah kakak tiri Kwee San Nio.

Arniti menikah 2 kali. Suami Pertama Arniti namanya Arma Yatim melahirkan Anti, kemudian Arniti dan Arma Yatim berpisah. Arniti menikah dengan Kwee Kwan Soen melahirkan Kwee San Nio dan ke enam anak lainnya. Anti adalah ibunya Puri, dan Puri adalah ibu kandungnya Hidwandi.

Setelah lulus SMA, Hidwandi kerja di Bulog hingga Pensiun.
Hidwandi lebih sukses dari anak anaknya Kwee San Nio. Karena Hidwandi kerja keras dan sabar ikhlas menjalani kehidupan.
Hidwandi sayang dan hormat kepada Kwee San Nio dan Oey Beng Hwat. Ketika sebelum acara lamaran, Hidwandi datang ke rumah Kwee San Nio, sungkem sama Kwee San Nio dan Oey Beng Hwat. Minta restu sama Kwee San Nio dan Oey Beng Hwat. Jujur membuat saya meneteskan air mata. Karena Hidwandi menghormati Oey Beng Hwat dan Kwee San Nio seperti orang tuanya sendiri. Dan ketika Oey

Beng Hwat meninggal, Hidwandi ikut gotong peti matinya Oey Beng Hwat. Dalam berbagai kesempatan pertemuan, Hidwandi selalu menceritakan jasa dari Oey Beng Hwat. Selalu Hidwandi ceritakan ingat pesan Oey Beng Hwat. Bahwa Harus jujur dalam kehidupan, karena kejujuran kunci utama untuk dapat dipercaya orang, dan dapat meraih kesuksessan. Hidwandi selalu bilang ingat jasa Oey Beng Hwat dan Kwee San Nio, Dan terbukti Hidwandi dapat meraih kesuksessan. Hidwandi lebih sukses dibandingkan anak anaknya Oey Beng Hwat dan Kwee San Nio. Karena kata Hidwandi belajar dari Oey Beng Hwat dalam berbisnis. Tetapi sayang anak anaknya Oey Beng Hwat tidak ada yang sukses dalam berbisnis.

Tahun 1989 Hidwandi menikah dengan Ratni memiliki 3 orang anak yaitu Anggit Zatsiyah, Dewi Hindriyani dan Bella Trisa Apriyani.
Anggit Zatsiyah anaknya Hidwandi yang pertama menikah dengan Agung Warih, dan Dewi Hindriyani anaknya Hidwandi yang ke 2 menikah dengan Marzen.

Hidwandi meninggal 16 Juli 2020.
Oleh sebab itu waktu kemaren tanggal 12 September 2020, saya dan istri di temani Bella anaknya Hidwandi datang nyekar tabur bunga ke makam Hidwandi.

Hidwandi adalah teladan bagi anak anaknya Oey Beng Hwat dan Kwee San Nio. Kami belajar dari Hidwandi kesabaran dan keikhlasannya jalani kehidupan, dan tidak melupakan jasa orang lain. Jasamu Hidwandi tidak akan kami lupakan ( Jeremy Huang)