Tradisi Festival Zhongjiu Moon Cake/Mid Autumn Festival

BANDUNG.SJN COM.-Jika kita ke pusat perbelanjaan atau toko kue, kita dapat melihat kue bulat utuh dan besar bentuknya, dikenal dengan nama kue Tiong Ciu Pia. Kue Tiong Ciu Pia selalu ada di sajikan dalam Tradisi Festival Zhongjou

Tradisi Festival Zhongjou/Mid Autumn Festival, kita mengenalnya sebagai perayaan Tiong Chiu Pia/kue bulan (Moon Cake) ada juga yang menyebutnya sebagai perayaan musim gugur. Dalam kalender imlek Festival Zhongjiu atau Tiong Chiu Pia jatuh pada tgl 15 bulan 8 penanggalan imlek. Pada tahun ini tepat tgl 1 Oktober 2020. Karena pada tanggal tersebut bulan bersinar utuh bulat.

Di Tiongkok jaman dulu, Perayaan Tiong Ciu Pia/Festival Zhongjiu ini sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, karena hasil panen yang berlimpah. Seperti ada sebuah pepatah 珍惜生命的人总会为我们获得的每一个财富而感恩

Zhēnxī shēngmìng de rén zǒng huì wèi wǒmen huòdé de měi yīgè cáifù ér gǎn’ēn artinya orang yang menghargai kehidupan selalu dapat mengucap syukur untuk setiap rejeki yang kita terima. Mereka berkumpul dan berdoa bersama sebagai rasa syukur kepada Tuhan, sesudah itu mereka menikmatinya makan kue bulan atau yang lebih kita kenal dengan nama Tiong Chiu Pia. Kue bulan sebagai lambang keutuhan karena bentuknya bulat.

Dalam bahasa Hokkian, kue bulan disebut Gwee Pia atau Tiong Chiu Pia. Dalam Bahasa Hakka, Kue Bulan disebut ngiet piang.
Bahan dasar pembuatan kue bulan berasal dari tepung gandum terigu, minyak sayur, mentega dan gula. Menurut isinya ada kuning telor, ada tausa kacang merah, kacang hijau dan rasa buah buahan seperti durian, nanas dan lain lainnya.

Ada beberapa sumber awal mula diadakan perayaan kue bulan. Ada yang menyatakan perayaan Tiong Ciu dilakukan sejak tahun ke 2 Masa Kaisar Qin Shi Huang (Dinasti Qin berkuasa 221-206 SM) pada tgl 15 bulan 8 sang Kaisar berkumpul dengan penduduk desa di Wu Kao San Tiongkok. Ada juga sumber lain yang menyatakan perayaan kue bulan telah tercatat pada jaman Dinasti Song tahun 920-1279.
Di Tiongkok sendiri terdapat tradisi pada saat malam Festival Zhongjiu yakni para muda mudi mereka datang berkunjung ke kelenteng lokal menulis doa atau harapan pada bilah papan kecil atau selembar kertas merah, lalu digantung diatas pohon jodoh.
Perayaan kue bulan sebagai tradisi yang harus dilestarikan. Mengandung makna yang dalam.(Jeremy Huang Wijaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.