Yayasan Buddha Tzu Chi Tebarkan Kebaikan Tak Pandang Perbedaan

BANDUNG.SJN COM,-Ajaran kebaikan dari Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi pedoman bagi para relawan yayasan untuk terus beramal dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Para relawan tak pernah melihat latar belakang suku, budaya, atau agama saat membantu sesama.

Hal tersebut dikemukakan Ruchiyat Kurniadi, salah seorang relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, yang hadir dalam peresmian Aula Jing Si oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Jalan Jenderal Sudirman No. 628 Bandung, Minggu (3/11/2019).

Salah satu amanat Master Cheng Yen adalah, berbagi kepada pemeluk lintas agama. Sebab dalam pandangan para relawan, manusia harus diperlakukan sama dengan penuh cinta kasih. Kerelawanan menolong sesama manusia merupakan kunci amanat Master Cheng Yen.

“Selama ini karena kita selalu mengedepankan misi yang diajarkan master. Kita ini lintas agama, lintas suku, dan tidak membeda-bedakan semua bangsa. Kita lihat dari logonya Tzu Chi itu kapal, sekoci, itu artinya menebarkan cinta kasih kepada sesama. (Sedangkan) Kita berbuat ibadah berdasarkan kepercayaan masing-masing,” beber Ruchiyat.

Master Cheng Yen adalah seorang biksuni asal Taiwan yang menginisiasi yayasan ini. Berkat gagasannya, Yayasan Tzu Chi sudah tersebar di 60 negara dan senantiasa menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Seperti kebakaran hutan di Amerika, membantu pengungsi di Spanyol, hingga menolong warga yang terkena banjir bandang di Taiwan.

Di Indonesia, kiprah yayasan ini dikuatkan oleh kantor-kantor penghubung di 18 kota dan sudah berlangsung selama 26 tahun. Sedangkan di Kota Bandung yayasan ini telah berdiri selama 15 tahun. Selama itu pula para relawan membantu masyarakat, dari mulai bantuan untuk bencana alam, panti asuhan, hingga sumbangan rutin kepada pesantren.

“Selama menghirup udara yang sama, minum air yang sama, dan berdarah yang sama berwarna merah, kita lakukan amal. Karena kita kalau berbuat baik pahala untuk kita. Dengan berbuat baik itu bisa mengubah nasib kita,” imbuhnya.

Ruchiyat mengaku selalu mendapat sambutan hangat saat memberikan bantuan di Kota Bandung dan kota-kota lain di Jawa Barat. Khusus di Kota Bandung, yayasan ini telah merenovasi 28 rutilahu (rumah tidak layak huni) dan memberikan bantuan kepada 600 orang miskin.

“Memang kadang kita suka ketemu kesalahpahaman. Tapi setelah memahami, kita buktikan dan kerjakan, dapat diterima dengan baik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.