Pemerintahan

West Java Festival Targetkan 70 Persen Dikunjungi Kaum Milenial

BANDUNG.SJN COM,-Pemdaprov Jawa Barat akan menggelar West Java Festival. Festival besar ini akan melibatkan seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Jabar yang digelar mulai 1 hingga 3 November 2019.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iwan Darmawan mengatakan, mulai 2018 Pemprov Jabar berupaya mengakselerasi setiap program bertajuk festival. Ini dilakukan agar kegiatan setiap dinas maupun gabungan dari dinas-dinas bukan sekedar seremoni tapi mendapatkan hasil yang berdampak pada perekonomian daerah.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Jabar 74 ini akan menyajikan berbagai penampilan dari komunitas, band papan atas, hingga atraksi kebudayaan.

“Kami manargetkan 70 persen yang datang ke festival ini adalah kalangan milenial. Maka kami siapkan konten yang memang cocok untuk mereka,” terang Iwan dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri), di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

Iwan mengatakan, dengan berbagai konten yang seru dari seluruh daerah di Jabar dan berbagai kedinasan serta komunitas, Disparbud Jabar memprediksi akan ada sekitar 25 ribu pengunjung. Hingga hari ini pukul 10.00 WIB, masyarakat yang sudah mendaftar melalui loket.com dan laman resmi west java festival sebanyak 19.530. Angka ini diprediks terus bertambah dan mencapai target yang diinginkan.

Untuk menggelar festival sebesar ini, total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar. Pemprov Jabar mengeluarkan dana sekitar Rp 1,6 miliar, sedangkan sisanya berasal dari kerja sama dengan pihak swasta.

“Kami perkirakan dari setiap orang yang ada di acara ini akan mengeluarkan uang sekitar Rp 200 ribu. Jadi ini pentingnya festival di Jabar untuk mendorong kinerja eknomi daerah,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, pembukaan West Java Festival akan diselenggarkan pada Jumat (1/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Pembukaan acara bakal dimeriahkan dengan kegiatan pasar festival.

Kemudian pada hari kedua akan ada karnaval kebudayaan dari perwakilan kabupaten/kota di Jabar. Kemudian ada juga kegiatan makan ikan serta minum berbagai varian kopi secara gratis.

“Banyak yang kita gratiskan mulai dari buah-buahan lokal, serta banyak produk dari binaan dinas yang bisa dimakan gratis setiap pengunjung,” tutur Iwan.

Sementara itu, Tim Ahli Jabar Juara (TAJJ) Kebudayaan Pemprov Jabar, Marintan Sirait mengatakan, Provinsi Jabar memiliki banyak kebudayaan yang layak ditampilkan di depan umum. Dalam West Java Festival, rencananya akan ada tari-tarian seperti Tari Ketuk Tilu, Tari Sri Pohaci, Tari Topeng Losari, hingga Tari Gatot Kaca.

Marintan ingin menampilkan kebudayaan ini, di mana dalam beberapa tahun terakhir tarian ini dianggap tidak sesuai dengan konsep milenial.

“Nah kita coba mengangkat seni tradisi dalam perspektif kekinian. Aspek tradisi bisa berkolerasi dengan anak muda sekarang,” tuturnya.(dh)