Sekoper Cinta, Cara Pemdaprov Jabar Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan

BANDUNG.SWARA WANITA NET.-Untuk mendorong perempuan menjadi lebih mandiri, berani, namun tidak meninggalkan kodrat sebagai istri dan ibu, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) menggagas program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta). Program yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar itu menjadi solusi dan langkah preventif untuk masalah kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi cukup tinggi terhadap perempuan. “Khususnya di perdesaan, perempuan masih kurang paham terhadap siapa dirinya, kebermanfaatannya, peluang apa di sekitarnya, bahkan terhadap tingkat pendidikan anak dan keluarganya,” ucap Kepala DP3AKB Poppy Sophia Bakur.

Dia menjelaskan, Sekoper Cinta merupakan wadah bagi perempuan dalam melakukan interaksi, komunikasi, bertukar pengetahuan, dan pengalaman. Program ini juga menjadi wadah untuk mengenali kebutuhan juga kepentingan perempuan terkait upaya peningkatan kualitas hidup. “Dari mulai pemahaman siapa dirinya, bagaimana mendidik anak, hingga bagaimana dia punya peluang untuk membantu dari sisi ekonomi. Jadi targetnya itu mewujudkan perempuan tahu potensi, hebat, mandiri, dan berdikari,” tegas Poppy.

Selain itu, Sekoper Cinta juga berfungsi guna mencegah masalah perceraian, pernikahan dini, perdagangan orang, kekurangan gizi, hingga pendidikan rendah. “Karena lulusan Sekoper Cinta ini, tanpa paksaan dan atas kesadaran sendiri, harus berupaya untuk menghindari perceraian, dia akan membantu menumbuhkembangkan anak agar meminimalisir kasus stunting,” kata Poppy.

Menurut Poppy, para lulusannya juga tidak mengizinkan anaknya, yang belum berusia 18 tahun bekerja, meski dengan iming-iming gaji besar. Karena, kata dia, itulah cikal bakal terjadinya perdagangan manusia.Dia juga harus berjanji bahwa anak-anaknya menyelesaikan wajib belajar 12 tahun sampai SMA, atau kurang lebih sampai usia anak 18 tahun,” ujarnya.Senin (9/9/2019).

Ribuan lulusan Sejak diluncurkan Desember 2018 hingga saat ini, program itu telah memiliki 2.700 lulusan, yang berasal dari 100 desa di 27 kota/kabupaten se-Jabar. Wisudanya akan digelar pada Oktober 2019. “Dari satu perempuan alumni Sekoper Cinta, diwajibkan merekrut tiga orang kader. Modul yang mereka pelajari diharapkan bisa ditularkan, diceritakan, dibagikan, sesuai prinsip ilmu bermanfaat dan membawa kemaslahatan,” tambah Poppy.

Selama penyelenggaraan proses belajar Sekoper Cinta di 100 desa se-Jabar, Poppy berujar tidak ada kendala berarti. Para peserta, tuturnya, malah sangat antusias memahami setiap modul yang diberikan. Menurut Ketua Harian Tim Penyelenggara Sekoper Cinta itu, pembuatan modul materi-materinya melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, pebisnis, hingga media.

Modul tematik tersebut memiliki enam pembahasan, di antaranya membangun keluarga bahagia, keterampilan dasar perempuan, kesehatan keluarga, citra diri perempuan, dan penanggulangan bencana. Materinya disampaikan oleh 270 orang trainers yang telah menjalani Training of Trainers oleh 19 Master of Trainers di tingkat provinsi. Adapun Sekoper Cinta digelar di satu desa yang ditunjuk oleh masing-masing kabupaten/kota. “Peserta di masing-masing desa itu ada 100 perempuan, harus berusia di atas 18 tahun. Durasi pembelajaran berdasarkan modul, ada 12 kali pertemuan. Sekoper Cinta sudah 100 persen, semua (desa) sudah selesai,” ujar Poppy.

Salah satu materi yang cukup digemari peserta, kata Poppy, yakni antisipasi menghadapi bencana. Pada meteri ini, ibu-ibu akan melakukan simulasi ketika menghadapi bencana. “Simulasi ibu-ibu harus menyiapkan kantung yang berisi pakaian dia, anak, dan suami untuk tiga hari dan obat-obatan,” ucapnya. Kemudian, imbuh Poppy, saat pratik masak-memasak, ibu-ibu diperbolehkan mengajak suami dan anak-anaknya, sehingga timbul momen makan bersama. Materi yang disampaikan pun menyenangkan. Selain itu, Sekoper Cinta juga mengajarkan para perempuan untuk mengetahui potensi diri serta meningkatkan keterampilan dengan pembagian kelompok kecil berdasarkan minat masing-masing, mulai dari menjahit, memasak, hingga urusan kecantikan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *