15 Pengusaha Berprestasi Kota Bandung Raih UMKM Award 2019

BANDUNG.SJN COM,-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) memberikan penghargaan kepada 15 pelaku UMKM berprestasi. Mereka bergerak di bidang fesyen, kerajinan, dan kuliner.

Penghargaan diserahkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada acara Anugerah UMKM Award 2019 di Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Rabu (9/10/2019).

Peraih UMKM Award 2019 di bidang kuliner, yaitu Buyung Salbi Alghifari (Keripik Pisang Bangnana Chips), Tata Santa (Kicimpring Cidadap), Dany Ivada Rachmawati (K’Pincut Foods, Rosdianty Rosjid (Nukita Food), dan Nanda Kartika Sari (Nada Cake).

Di bidang kerajinan, yaitu Agam Permadi Jatnika (BohemianProject.id), Rima Yanthi (Souvenir Punyaku), Martini (M.R. Collection), Marwan Eka Fadilah (Grootwatch), dan Wina Santy (Tania Works).

Di bidang fesyen, yaitu Ineu Fermanikam (Iffer), Evi Syaeful hayati (Wondrouss), R. Teja Sukmana (Pa-Kir), Wahyuning Hoedayanti (Klambikoe), dan R. Ike Nopelly (JoFAN Design).

Kepala Dinas KUMKM Kota Bandung, Atet Dedi Handiman menuturkan, para pemenang terpilih berdasarkan hasil penjurian tim independen. Para pemenang akan mendapatkan serangkaian pelatihan dan pembinaan serta mendapatkan akses terhadap pembiayaan.

“Seluruh peserta UMKM Juara ini sudah mengikuti tahapan penilaian, yaitu seleksi administrasi, mentoring dan presentasi bisnis, survei lapangan, dan presentasi bisnis oleh tim penilai dari akademisi, praktisi, asosiasi, dan tenaga ahli sesuai bidangnya,” jelas Atet.

Pihaknya akan menghubungkan para pelaku UMKM ini langsung dengan start-up dari Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung yang sudah bekerja sama. Dengan begitu, para pemenang tidak hanya diberikan pembinaan secara bisnis tetapi juga dari sisi teknologi.

“Contohnya ada salah satu pebisnis kripik jamur yang juara. Itu sudah tidak bisa memenuhi lagi permintaan karena proses produksinya masih tradisional. Mungkin dengan pendampingan startup dan teknologi dari ITB mudah-mudahan bisa meningkatkan produksinya jadi lebih luas lagi,” jelas Atet.

Pada kesempatan yang sama, Atet mengungkapkan, Dinas KUMKM Kota Bandung memfasilitasi para UMKM binaan Pemkot Bandung yang berjumlah 6.021 untuk bisa mendapatkan hak paten dan setifikasi halal. Tahun 2019 dialokasikan anggaran untuk pembuatan sertifikasi halal bagi 50 pengusaha.

“Sertifikasi halal itu ke MUI-nya bayar, tapi kami yang bayarkan untuk 50 orang, jadi pengusahanya gratis. Selebihnya kita bantu fasilitasi agar memudahkan,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *