Parlementaria

DPRD Jabar Awasi Pembangunan Masjid Al Jabbar Cianjur

CIANJUR.SJN COM. -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat melalui Komisi IV menyatakan terus melakukan pengawasan atau monitoring terhadap pembangunan sejumlah masjid yang digagas oleh Pemprov Jawa Barat salah satunya ialah Masjid Al-Jabbar yang terletak di Kawasan Cipeuyeum, Kota Bandung.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Nia Purnakania, Senin, mengatakan saat ini DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mengerjakan target pembangunan masjid baru di wilayah ini.

Dia mengatakan dari target penyelesaian 20 masjid, saat ini sebanyak sembilan pembangunan telah berlangsung dan telah merampungkan tiga masjid.

“Jadi sesuai keputusan gubernur ada 20 masjid di Jabar,untuk saat ini baru ada sembilan yang masih dalam proses pembangunan dan sudah selesai tiga masjid,” kata Nia.

Beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan monitoring terhadap pembangunan Masjid Al Jabbar Cipeuyeum, Kabupaten Cianjur.

Terkait progres pembangunan Masjid Al Jabbar Cipeuyeum Kabupaten Cianjur, Nia menjelaskan saat ini proses pembangunan tengah memasuki tahap pengerjaan konstruksi.

Ia menyatakan, untuk tahun 2019 Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah anggaran untuk mendorong progres pembangunan masjid tersebut.

“Diharapkan pada tahun 2020 mesjid raya yang ada di Cipeuyeum ini bisa selesai dan sembilan masjid Jabar lainnya yang sedang dalam pembangunan diharapkan selesai di tahun yang sama,” ujar Nia.

Lebih lanjut Nia menyebut, dalam perjalanan pembangunan masjid ini terdapat beberapa hambatan. Salah satu hambatan yang terjadi adalah gagalnya proses lelang yang mengakibatkan proses pengerjaan pembangunan tertunda.

“Hambatan karena adanya beberapa kali gagal lelang padahal di tahun 2017 sudah dianggarkan dan di tahun 2018 sudah tiga kali gagal lelang, sehingga pengerjaannya baru sekarang dan sudah 80 hari yang seharusnya enam bulan,” katanya.

Sementara itu Kepala Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat Dewiani menjelaskan, pada tahun 2017 telah mengerjakan proses pemagaran lahan dan berlanjut pada tahun 2018 dilakukan pengerjaan pondasi serta pengerjaan struktur.

Kemudian dilanjutkan tahun anggaran 2019 dan harus disempurnakan kembali di tahun 2020.

Oleh karena itu pihaknya memperkirakan dengan ukuran masjid yang menelan biaya Rp15 miliar tersebut dapat menampung jamaah sebanyak 500 jemaah.

“Perkiraan (biaya) pembangunan masjid sekitar Rp15 miliar dengan ukuran masjid 20×20 meter dan dapat memuat jamaah kurang lebih 500 jemaah,” kata DewI (hms)