Pemerintahan

Pemprov Jabar Sukses Cetak 100.000 Wirausaha Baru

Bandung.SJN.Com.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengadakan acara “Gebyar Produk 1.000 Wirausaha Baru Jawa Barat”  yang diadakan di halaman Gedung Sate, Minggu (6/5/2018). Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencetak 129.191 wirausaha baru hingga Tahun 2018. Hal tersebut menunjukan program pencetakaan 100.000 Wirausaha Baru yang dicanangkan pada Tahun 2014 lalu berjalan dengan baik ujar Aher.

Lebih jauh Aher mengatakan bahwa  capaian tersebut telah melebihi target yang telah ditetapkan. Bahkan data tersebut akan terus bertambah karena tahun pendaftaran peserta program pada tahun 2018 masih berjalan serta berpesan kepada anak muda untuk mau berwirausaha.Ajakan ini muncul dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara jumlah pengusaha dan pekerja di Jabar.

Menurut Aher, anak muda Jabar harus mampu menjadi pengusaha andal dan tidak berpikir menjadi seorang pekerja.”Insya Allah kalau ulet, andal dan bekerja keras, bisa jadi pengusaha besar dan sukse di masa depan ujar Aher.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Jabar Dra.Hj.Tia Fitriani yang hadir mewakili Ketua DPRD Jabar mengapresiasi kegiataan ini karena sebagai sarana terpenting bagi para Wirausaha Baru  untuk menggelar produknya dan bertemu langsung dengan calon pembelinya. Jadi kedepan, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan Industri Kecil dan  menengah di Jawa Barat ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Jabar, Dudi Sudrajat mengatakan bahwa pihaknya turut menfasilitasi pengembangan usaha melalui balai pelatihan bagi calon wirausahawan. Setelah mendapatkan pelatihan, para wirausahawan juga bakal dididik dan difasilitasi dalam memasarkan produknya.Memang telah melalui targer, kami ini baru menanam pohon. Untuk terus tumbuh perlu perawatan.APBD yang kami punya hanya cukup untuk menanam ujar Dudi.

 

Hal ini pula akhirnya mendorong Pemprov Jabar mencanangkan program Jabar Masagi yang berbentuk kerjasama antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.”Intinya harus komunikatif, salah satunya memberikan pendidikan dasar dari ruamh, ke sekolah dan mungkin tahun depan bukan hanya hanya kualitas yang ditingkatkan, tapi tapi juga kualitas. Karena konsepnya nanti kita ingin UMKM naik kelas”pungkas. Dudi. (dh)